Translate

Selasa, 13 Maret 2012

Launching Dostoevsky Menggugat Manusia Modern











acara launching buku Dostoevsky: Menggugat Manusia Modern di Pusat Kebudayaan Rusia jl Diponegoro 12, Menteng, Senin 2 Juni 2008, jam 9:00. Acara gila... siapa pula yang mau datang hari Senin jam 9 Pagi? Namun entahlah, apakah ini keberuntungan pemula atau karena kebetulan atau karena penyelengaraan ilahi, yang pasti launching buku ini dihadiri oleh orang-orang juga. Beberapa dari mereka adalah pemuda angkatan tahun 60-an, beberapa angkatan 80-an, beberapa lagi dari generasi 90-an.

Launching dibuka oleh bpk Vaulin, Direktur Pusat Kebudayaan Rusia. Pembahas buku sendiri adalah DR. Singkop Boas B. Manalu dan DR. Karlina supelli. Moderator. Bpk Fahrurozi (Asisten Direktur Pusat Kebudayaan Rusia). Ada hal lucu ketika salah seorang yang hadir mencoba "melecehkan" aku saat itu. Ia bertanya apakah orang Rusia itu sama kakunya dengan penulis? Yang menjawab tegas justru adalah seorang bapak dari angkatan tahun 60-an. Ia berkata bahwa Dostoevsky itu bacaan anak-anak SD di Rusia, tetapi telaah mengenai Dostoevsky sendiri adalah milik para Profesor. Kita patut bangga bahwa anak muda ini sudah bisa melakukan apa yang menjadi telaah para profesor di Rusia, katanya.. hahaha

Yang lebih mengharukan adalah pernyataan DR. Boas, yang baru saja meluncurkan bukunya tentang Dostoevsky, Nietzsche dan Marx. Ia sama sekali tidak membicarakan tentang bukunya, walau bagiku itu sah-sah saja. Bahkan ia berkata bahwa ia tidak dapat menulis buku seperti Dostoevsky: Menggugat Manusia Modern. Gaya penulisan dan telaah yang sangat komprehensif ku dianggap lebih hebat darinya. Ah... pak Boas, kau begitu merendah... bukankah sebenarnya kau adalah satu-satunya representatif dari seorang Dostoevskian di Indonesia, kau satu-satunya ahli Dostoevsky... Kini beliau sudah tiada, namun kenangan akan persahabatan singkat yang terjalin setelah launching tetap membekas di hatiku.

DR. Karlina juga membahas bagaimana pemikiran Dostoevsky itu tetap relevan di zaman ini. Gugatannya terhadap manusia modern, pemikirannya atas problem ketuhanan, politik dan lain-lain masih tetap bisa memberi inspirasi bagi kita. Namun sayang beliau tidak bisa tinggal terlalu lama karena ada kewajiban lain yang harus diselesaikannya..

Ah.. buku kecil ini begitu berkesan bagiku, tidak hanya karena buku pertama melainkan juga karena acara launching yang mengambil hari dan waktu di hari senin pagi jam 9:00.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar